Muhammad Kamal Ihsan, Lc., MA.
Wakil Mudir Insan Utama Islamic Boarding School (IU-IBS) Yogyakarta
Dalam praktiknya, Islam turut berperan sebagai problem solver dari berbagai perbedaan terjadi di masyarakat. Islam tidak memandang ‘berbeda’ sebagai musuh, tetapi sebagai bentuk keluasan dan kelapangan dimana masing-masing memiliki tempat dan porsinya. Kecuali perbedaan itu bertentangan dengan prinsip asas di dalam Islam.
Sebagai bagian dari sunnatullah, perbedaan kadangkala disifati sebagai medan uji Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Allah berfirman:
“…untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu” (QS. al-Mā`idah: 48)
Baca selebihnya »